Puisi Perjuangan Tidak Selalu Identik Untuk “Pahlawan”

Wednesday, March 19th, 2014 - Puisi
Advertisement

Saat perayaan hari kemerdekaan RI sering kita jumpai di beberapa sekolah khususnya, mengadakan lomba membuat dan membaca puisi perjuangan. Nah, dari sanalah awal persepsi masyarakat bahwa puisi tersebut identik dengan 17-an Agustus saja. Puisi tersebut biasanya diperuntukkan bagi pahlawan-pahlawan pejuang kemerdekaan yang sudah gugur di medan perang. Nah dengan persepsi yang sudah terlanjur melekat pada masyarakat tersebut jadi susah untuk meluruskan bahwa perjuangan tidak selalu identik dengan pahlawan, namun pahlawan selalu identik dengan perjuangan. Untuk itu harus ada pelurusan makna atau arti dari pahlawan itu sendiri terlebih dahulu.

Contoh Puisi Perjuangan Untuk Cinta

Pahlawan adalah sebutan bagi siapa pun yang memiliki jasa atau pengorbanan terhadap sesuatu yang demi kepentingan orang banyak. Ya memang pada mulanya pahlawan diberikan kepada orang-orang yang berjuang melawan penjajah di negeri ini. Namun, setelah berkembangnya zaman dan berjalannya waktu, sesuai dengan arti kata pahlawan tersebut, pahlawan juga dapat diberikan kepada guru. Ya guru adalah salah satu sosok yang memiliki banyak pengorbanan bagi siswanya. Untuk itu mereka disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Selain guru dan pahlawan kemerdekaan, terdapat sesosok orang yang perlu kita sebut pahlawan. Ya mereka adalah para pahlawan pejuang cinta. Bentuk puisinya pun berubah menjadi puisi perjuangan cinta.

Beberapa Ciri-Ciri Puisi Perjuangan

Sama halnya dengan puisi-puisi lainnya, jenis puisi ini juga memiliki ciri-ciri dalam isinya. Ciri-ciri tersebut antara lain yaitu pertama, tujuannya untuk orang yang dianggap oleh si penulis itu berjasa atau memiliki pengorbanan. Kedua, berisi rasa semangat yang menggebu-gebu. Ketiga, jika puisi untuk pahlawan seperti pejuang kemerdekaan, kata-katanya agak sedikit kaku, begitu pun juga untuk guru.

Sedangkan jika untuk pahlawan cinta, kata-katanya sedikit santai dan atau tidak kaku, formal. Puisi yang diperuntukkan bagi pahlawan cinta pun bisa dibuat dan dimuat dimana saja, sedangkan guru dan pejuang cinta karena formal tentunya dibuat dan dimuat dalam media-media tertentu. Contoh ketiga puisi tersebut antara lain.

Wahai guruku…
Kau telah memberi warna pelangi dalam hidup kami
Sesosok yang tanpa mengenal lelah
Yang selalu sabar mengajarkan kami
Dari hal kecil sampai hal yang besar ……… (puisi untuk guru)

————————

Wahai Pahlawanku…
Bagaimana aku dapat membalas semua jasa-jasamu
Kau telah korbankan seluruh jiwa ragamu untuk negeri ini
Demi kemerdekaan negeri ini
Jasamu sungguh besar……… (puisi untuk pahlawan)

——————–

Pejuang cinta..
Ya itulah nama yang ku berikan padamu
Tak berbeda dengan pahlawan lainnya
Kau banyak mempunyai pengorbanan
Demi cinta, kau kerahkan segala tenagamu….. (puisi untuk pejuang cinta)

Jadi, bisa kita lihat perbedaan-perbedaan serta ciri-ciri yang ada dalam ketiga contoh puisi perjuangan yang berbeda tujuan tersebut. Setiap puisi pasti mengandung makna masing-masing yang tentunya dapat anda serap sevara mendalam. Semoga dapat membantu Anda dalam pembuatan puisi jenis-jenis ini.

Advertisement
Puisi Perjuangan Tidak Selalu Identik Untuk “Pahlawan” | Admin | 4.5