Naskah Drama Pendek Menarik

Tuesday, April 1st, 2014 - Naskah Drama
Advertisement

Naskah drama pendek memang kadang diperlukan untuk mengisi tugas sekolah para anak. Drama pendek ini biasanya digunakan untuk praktek saat di kelas yang tidak membutuhkan banyak orang untuk bermain, tidak membutuhkan tempat yang luas untuk bermain peran, dan tidak membutuhkan banyak peralatan yang mendukung pertunjukan. Biasanya guru memberi tugas pada siswanya untuk membuat naskah drama sederhana dan mempraktekkannya. Atau guru itu sendiri memiliki naskah drama khusus yang akan diajarkan pada anak didiknya di kelas dengan meminta bantuan mereka sebagai pemain dramanya.

Ide Dari Contoh Naskah Drama Anak Sekolah

Naskah drama yang sederhana sebaiknya dimainkan oleh beberapa orang saja untuk mengisi peran, buatlah singkat tapi menarik. Makin banyak orang makin banyak waktu yang dibutuhkan, makin luas tempat yang diperlukan, dan makin rumit jalan cerita yang dibuat agar semua orang memiliki peran yang seimbang. Nah untuk itu sebaiknya untuk naskah drama sederhana buat saja untuk maksimal 5 orang pemain atau lakon dalam drama, dan satu narator. Ya hitung-hitung ada orang untuk menuntun jalannya cerita dalam drama, agar penonton tahu arahan ceritanya akan kemana. Untuk kriteria tersebut, berikut ini ada cerita singkat mengenai Si Dodo dan Pak Pikun.

Naskah Drama Singkat Pak Pikun Dan Si Dodo Yang Suka Mencuri

Naskah drama singkat datang dari cerita si Dodo dan Pak Pikun, si Dodo adalah anak angkat pak pikun dan ibu pulung. Si dodo adalah seorang anak yatim piatu yang dulunya suka mencuri karena kelaparan. Suatu ketika arloji pak pikun hilang dan sontak ia menuduh dodo. “do, kamu pasti mencuri arloji bapak ya, ngaku”. Dodo tidak menjawab namun hanya menggeleng kepala. Pak pikun malah semakin meninggikan suaranya dan memaksa Dodo untuk mengaku terus menerus. “Dodo, ngaku tidak, ngaku cepat!”. Kemudian ibu pulung datang menengahi, “Pak ada apa ini kok ribut ribut?”.

Pak pikun malah makin menggebu amarahnya, “Ini bu, sudah diangkat anak kok tidak tahu malu, dia mencuri arloji bapak bu”. Ibu pulung kemudian menimpali, “Bapak sabar dulu barangkali bapak salah paham”. Pak Pikun malah makin marah dan tidak mau mendengar siapapun. Pak pikun sudah terlanjur yakin bahwa ia meninggalkannya di kamar mandi dan Dodo mengambilnya. “Ketika saya kembali jam tangan sudah tidak ada bu, habis saya mandi Dodo ke kamar mandi, pasti dia yang mengambilnya Bu” tambahnya meyakinkan Bu Pulung.

Tidak lama kemudian, anak kandung pak pikun namanya Lastri datang menghampiri mereka. Ibu pulung bertanya, “Las, kamu lihat arloji bapak tidak?”. Kemudian Lastri melipat kedua tangannya di dada dan berkata, “Kalian ini bagaimana sih, itu jam tangannya bapak masih menempel di tangan bapak sendiri”. Mereka bertiga kaget dan kemudian tertawa terbahak-bahak. Dodo masih kebingungan tapi akhirnya ia juga ikut tertawa karena melihat bapak anaknya yang pikun. Itulah akhir dari naskah drama singkat ini.

Advertisement
Naskah Drama Pendek Menarik | Admin | 4.5